Umat sebelum Nabi Adam yang pernah mengalami 3 kali kiamat - NewMalaysianPost.comNewMalaysianPost.com

Published On: Sat, Nov 5th, 2016

Umat sebelum Nabi Adam yang pernah mengalami 3 kali kiamat

 

 

 

Mungkin dalam hati pembaca pernah terpikir Siapakah Makhluk Sebelum Adam? Menurut kepercayaan (Muslim) merujuk:

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): “Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami sentiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?”. Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya”

Sebelum nabi adam turun ke bumi diceritakan bahawa yang menduduki bumi ini adalah bangsa jin yang dikelompokan menjadi abal jan dan Banul jan. 2 kelompok tersebut bertempur sehingga tidak pernah berbaik, kemudian malaikat menanyakan kepada Allah apa akan membuat orang untuk menjadikan khalifah dibumi yang selalu melakukkan (pertumpahan darah), akhirnya Allah memerintah yang bernama ‘azazil yang memimpin para malaikat jibril mikail izrail dan malaikat yang lain, untuk mendapatkan abal jan. dan banul jan dibumi ini, kemudian setelah ditaklukan akhirnya Allah menciptakan nabi Adam, diantara’ azazil, malaikat dan adam diberikan ilmu oleh Allah kerana tujuannya untuk menjadikan khalifah dibumi, setelah diuji ternyata yang lulus dari ujian tersebut adalah nabi Adam akhirnya semuanya diperintah Allah untuk sujud penghormatan kepada Adam akhirnya semuanya sujud kecuali ‘azazil (bangsa Iblis) mereka sombong dan membangkang.

manusia tidak diciptakan dibumi, tapi manusia dijadikan khalifah di bumi, sebagai pengganti tentunya ada yang di ganti, seperti Adam bukan makhluk pertama dibumi, dan Allah tidak mengatakan untuk mengganti manusia sebelumnya, tapi pengganti makhluk di bumi, iaitu abal jan dan Banul jan, mereka itu adalah penghuni bumi sebelum manusia.

Bentuk basyariahnya tak jauh berbeza dengan manusia, maka anda boleh buktikan bahawa makhluk selain manusia, punya badan yang sama seperti manusia, yaitu Banul jan, anak turun Jin, juga Banul ban anak turun dedemit, maka ketika bumi dirosak oleh mereka, mereka diusir bahkan dibasmi oleh malaikat, hingga mereka berlari tercirit-birit dan mencari tempat yang jauh dari anak Adam.

Berdasarkan fosil-fosil yang ditemui, memang ada makhluk lain sebelum manusia. Mereka seperti manusia, tetapi mempunyai ciri-ciri yang lebih primitif. Otak mereka lebih kecil. Oleh kerana itu, kemampuan mereka berbicara sangat terbatas karena tidak banyak suara vowel yang mampu mereka bunyikan. Kumpulan ini dinamakan Neanderthal.

Kemudian datanglah manusia Adam yang diklasifikasikan sebagai Homo Sapiens. Menurut Wikipedia, Homosapiens mula ada kira-kira 200 ribu tahun lalu. Sedangkan Neonderthal ada sehingga 130 ribu tahun dulu, kemudian ia lenyap. Ada juga teori yang mengatakan Neonderthal lenyap sebelum Homosapiens muncul. Tapi yang pasti, Homosapiens bukanlah evolusi dari Neanderthal. Neanderthal hanyalah makhluk seakan manusia yang telah ada sebelum kita (manusia Homo sapiens) ada.

Mungkin tidak ada fakta konkrit dalam membicarakan isu ini. Kebanyakan teori berdasarkan sumber fosil. Namun yang paling penting mungkin bagi yang Muslim kita percaya ada makhluk sebelum Adam yang saling membunuh. Ada yang mengatakan mereka adalah dari kaum jin. Ada juga yang mengatakan bahawa ada 3 umat yang utama sebelum Adam. Dua diantaranya dari kaum jin. Sedangkan kaum yang ketiga adalah dari golongan yang berbeza dari Jin, karena mereka ini berdarah dan berdaging. Golongan ketiga ini adalah mereka yang dimaksudkan sebagai “man yufsidu feehaa wa yasfiku al-dimaa ‘: golongan yang membuat kerosakan dan menumpahkan darah” seperti yang diulas oleh Malaikat di dalam ayat al-Quran 2: 30. Ini pendapat yang dilontarkan oleh Al-Maqdisi .

Sesungguhnya manusia yang pertama kali di jadikan oleh Alah SWT adalah “ADAM AS”. Beliau di jadikan dari tanah yang di bentuk manusia, lalu di tiupkan rohkepadanya lantas jadilah berupa manusia (berupa darah, daging, ruh) berupa Nabi Adam As.

Sebelum ADAM wujud

Sebelum Allah SWT mewujudkan Nabi Adam As (manusia pertama) Allah SWT sudah menjadikan dua mahkluk yang berakal, berupa: 1. Mahkluk yang berupa malaikat 2. Mahkluk yang berupa Banul-Jan / Iblis.

Adapun asal mula kejadian kedua mahkluk tersebut adalah:

Malaikat: di jadikan dari Nur (cahaya) yang suci yang berupa ruh dan akal tidak ada syahwatnya. Kerena itu malaikaa tidak makan, minum dan juga tidak beristeri (lain dengan manusia), hidup malaikat semata-mata hanya melaksanakan perintah Allah SWT, laiya tidak di laksanakan. Banul-Jan: Dijadikan dari api. Berbentuk sebagai manusia memerlukan makan, minum dan beristeri dan juga mempunyai keturunan yang banyak sekali.

Sedangkan untuk asal mula Nabi Adam As. dijelaskan dalam sebuah ayat (S.Al Hijr: 28, dan S. Shood 71-72), yakni:

Sesungguhnya Allah swt.berfirman kepada para malaikat untuk membuat manusia yang asal mula kejadianya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang di beri bentuk. (S. Al. Hijr: 28) Atau kejadian manusia itu dari tanah. (Shood ayat 71-72)

Sesudah diberi ruh (nyawa) kemudian hidup dengan daging, darah dan tulang. Sesudah Nabi Adam As. wujud, maka Allah swt. memerintahkan pera malaikat intuk bersujud kepada Nabi Adam As. Semua para malaikat sama melaksanakan sujud kecuali iblis yang menolak perintah Allah swt, Untuk bersujud pada Nabi Adam As. Kerana Iblis bersifat takbur, sombong dan merasa lebih mulya daripada Nabi Adam As, Sebab dijadikan dari api sedangkan Nabi Adam daripada tanah. Kerana itu iblis termasuk golongan orang kafir, Karena itu Allah mengusirnya dari syurga. Adapun sujudnya para malaikat pada Nabi Adam As. tadi bukanlah sujud ibadah sebagaimana sjudnya orang solat, tetapi sujud Ta’ata tau tunduk memuliakan atau menghormati Nabi Adam As. Kerana Nabi Adam As, mempunya ilmu pengetahuan dari Allah Awt. sehingga boleh menberi nama pada barang-barang yang di tanya pada pada Adam. sedangkan malaikat tidak mengetahuinya. Allah berfirman dalam (surat Shood 71-72).

Artintya:
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, sesungguhnya aku mencipatakan manusia dari tanah, maka apabila telah aku sempurnakan kejadiannya dan kutiupakan kepadanya Ruh (ciptaanku) ku. hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.

Allah swt. Berfirman dalam (Surah Al A’raf Ayat 11):

Artinya:
Sesunggunya kami telah menciptakan kamu (Adam) lalu kami bentuk tubuhmu, kemudian kami katakan kepada para malaikat: bersujudlah kamu kepada Adam, maka mereka sujud kecuali Iblis, dia tidak termasuk mereka yang sujud.

Allah bertanya pada Iblis apakah yang menghalang dirimu untuk bersujud kepada (Adam As) di waktu aku menyuruhmu? Iblis menjawab: saya lebih baik daripada Adam, engkau menciptakan aku dari api, sedang dia (Adam) engkau ciptakan dari tanah, maka Allah swt. Berfirman dalam (Surat A’raf ayat 13):

Artinya:
Allah swt berfirman, turunlah kamu dari Syurga itu, kerana kamu tak sepatutnya ada sifat sombong didalam dirimu, maka keluarlah. sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.

Sesudah keadaan Iblis di keluarkan oleh Allah dari Syurga, Maka Iblis meminta pada Allah agar umurnya di panjangkan (tidak mati) hingga datangnya hari kiamat (rosaknya semua mahkluk). Iblis mengancam kepada Nabi Adam dan anak cucunya, akan di pujuk rayu dan disesatkan, dari jalan (tuntunan) yang benar, sehingga tidak ada yang (ta’at) mengikuti perintah Allah swt, dan menjauhi semua larangannya sehingga Iblis dan Syaitan bertujuan membuat dengan bermacam-macam cara dari segala urusan, baik dari arah (sebelah) kanan, kiri serta arah muka dan belakang, sampai mengikuti pujuk rayunya serta menjadi temanya hingga boleh masuk bersama-sama ke dalam siksa Allah swt ke Neraka. Kerana itu Allah memberikan perjanjian kepada Adam (anak cucunya) siapa yang mengikuti tingkah laku syaitan / iblis, maka dia menjadi temanya dan nantinya akan aku masukan, iaitu Neraka (tempat Iblis dan teman-temannya).

Sesuai dengan firman Allah swt. (Surah Al-A’raf: 16)

Artinya:
Dia menjawab, kerana engkau telah menghukum kami tersesat, maka kami akan benar-benar (menghalang) mereka dari jalan (agama) engkau yang lurus.

Kemudian saya kan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang merakam dari kanan dan dari kiri mereka, dan mereka tidak akan mendapatkan mereka bersyukur (taat) maka Allah berfirman keluarlah kamu dari syurga itu. Sebagai orang terhina dan terusir, barang siapa diantara mereka mengikuti kamu, benar-benar aku akan mengisi neraka jahanam dengan kamu semua. – Binusrah.blogspot

Email this to someoneShare on Google+Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on RedditShare on StumbleUponBuffer this pageDigg this

Comments

comments

Error. Page cannot be displayed. Please contact your service provider for more details. (20)